Hidup --> ada banyak yang bisa dikerjakan, banyak yang dipikirkan, berbagai macam dapat direncanakan dan tidak sedikit pula yang telah diciptakan oleh hidup. Tetapi semuanya bisa bernilai hampa bahkan jauh dari tatapan mata ketika itu tidak dinikmati oleh orang lain terutama kerabat dekat kita. -dedygarcia.

  • DRILLING RIG

    Berbagai macam pengetahuan tentang eksplorasi oil dan gas akan diceritakan disini [...]

  • MOTIVATION POOL

    Temukan berbagai motivasi hidup dalam ekspansi kualitas hidup kamu disini [...]

  • ENGINEERING

    Akan banyak pengetahuan teknik yang kamu temukan disini [...]

  • #

    #

Selasa, 28 Februari 2012

SUBSTRUCTURE

Posted by Dedy Richjon Simatupang On 17.39 No comments


Berawal ketika kami observasi disalah satu rig workover di onshore area jawa, saya akhirnya berniat menulis topik tentang Substructure. Ternyata tidak semudah yang kita pikirkan membersihkan komponen komponen dari subtructure yang sudah kotor dan berkarat tersebut, Huuuhh... ternyata perkerjaan menjadi seorang roustabout itu tidak gampang, sehari-hari kebersihan substructrure itu menjadi tanggung jawabnya agar menghindari semua beam bebas dari korosi dan kotoran yang dapat mengakibatkan kemampuan angkat si substructure itu menurun. Akhirnya topik ini yang menjadi salah satu bahan presentasiku pada minggu pertama waktu itu, tentunya juga tentang masalah masalah yang sering terjadi pada substructure.

"kalian harus tahu apa-apa saja yang dikerjakan semua pekerja, termasuk pekerjaan roustabout!" kata rigsupt itu sembari serius menatap kami.

"nanti kalian coba bersihkan lantai di sekitar cellar sekalian dengan substructure nya, supaya kalian tidak dibodoh-bodohin bawahan kalian nanti!" serunya seakan ingin tersenyum.

Yaghhh… entahlah… dengan berat hati kami bantuin si bapak roustabout tadi melaksanakan pekerjaannya (pekerjaannya ngga’ perlu saya ceritakan, karena sedikit cukup menantang… hahaha) walaupun tidak sampai selesai, yaghh... at least kami udah melangkahkan kaki kami koq untuk bekerjasama .. ;D

Tetapi biarpun demikian, banyak pelajaran yang bisa kudapatkan dari sana, bukan hanya soal memahami pekerjaan orang lain tetapi lebi dari itu, termasuk saya dapat memberitahu teman-teman sekalian apa itu substructure, setelah melalui pemikiran pemikiran panjang dan bantuan dari paman google sendiri...

Substructure merupakan suatu perangkat di alat pemboran yang berfungsi untuk menahan beban tekan yang berasal dari peralatan tersebut diantaranya beban dari menara, draw work, rangkaian string, dll. (Itu menurut saya, kalau ada opini lain terserah.. bisa di share.. ;D) Dalam operasi pemboran substructure memegang peranan yang sangat penting dan vital, kemudian memungkinkan kita memasang perangkat BOP-Blow Out Preventer.

di dalam rig pemboran terdapat beberapa jenis substructure sesuai dengan fungsi dan kegunaannya masing masing. Sebenaranya ada bermacam macam pendapat orang lain tentang jenis-jenis dari substructure tersebut. tetapi saya beranggapan pada umumnya terdapat empat jenis substructure yang ada di rig onshore yaitu:

1. Box Style subtructure

Substructure type ini mempunyai menara yang disusun diatasnya, konstruksinya dalam bentuk box-box yang telah dilas dan dihubungkan dengan banyak pin hingga ketinggiannya mencapai rig floor

Gambar. Substructure type box


2. High Rig Floor Substructure

Substructure ini adalah type substructure yang di desain dengan posisi floor yang cukup tinggi yang tujuannya untuk memudahkan pemasangan perangkat BOP-Blow Out Preventer. Pada dasarnya type high floor ini di klasifikasikan lagi menjadi 4 jenis, diantaranya adalah:

a. Raised floor catwork support

Raised floor catwork support adalah type substructure dimana menara berdiri diatas beamnya yang kokoh dengan ketinggian sekitar 5 feet utuk penempatan drawwork dan engine, dan rig floor berada di ketinggian antara 20-30 feet.

b. Drawwork elevator (self raising drawwork)

Type substructure ini dirancang untuk memudahkan pekerjaan pada saat proses rig up berlangsung. Type ini juga menempatkan posisi drawwork di tempat yang rendah untuk menegakkan menara dan floor, setelah itu disusul menaikkan drawwork beserta enginenya.

c. Slingshot floor elevator

Slingshot floor elevator ini merupakan type substructure yang mirip dengan drawwork elevator dimana perbedaannya adalah menara dan rotary table diletakkan diatas floor yang telah tersusun, kemudian menara ditegakkan. Setelah menara ditegakkan, disusul dengan substructure itu sendiri tentunya dengan menggunakan system hoisting hydrolik dengan power pak khusus.


d. Hydraulic Ram Rig Floor Elevator

Type ini adalah substructure yang sangat mirip dengan type slingshot floor elevator. Menara ditegakkan terlebih daahulu kemudian disusul dengan substructure dan menara secara bersamaan, tetapi sistem elevatornya menggunakan system hydaulic ram.








Jumat, 24 Februari 2012

Drilling Fluid

Posted by Dedy Richjon Simatupang On 20.01 No comments

Dientri yang kedua tentang oil and gas, kita bahas tentang lumpur aja.. (bukan lumpur lapindo ya.. hehehe) ato bahasa kerennya "mud, kompleksnya biasa juga disebut dengan Drilling Fluid"


Drilling Fluid adalah fluida pemboran yang biasanya dipergunakan untuk sirkulasi dalam sumur pemboran minyak dan gas yang komposisinya bisa terdiri dari Air, Minyak, Tanah Liat (Clay), Bahan Kimia, Gas, Udara maupun Detergent. Dalam sistem sirkulasi, fluida pemboran merupakan fluida yang dipompakan dari Mud Pit menuju ke Surface Line, Stand Pipe, Rotary Hose, Wash Pipe, Drilling String, Bit, Annulus, Over Flow, Flow Line ( wahh.. namanya aneh-aneh ya!?!, walaupun beberapa pada belon ngerti dilanjutkan aja bacanya ya... ;D ) terus kembali ke Mud Pit untuk kemudian disirkulasikan kembali. Dalam aplikasinya di dunia ekplorasi, fluida pengeboran pada umumya berfungsi untuk:

a) Mengangkat cutting ke permukaan

Saat bit berputar dan mengorek formasi maka akan menghasilkan serpihan-serpihan formasi yang disebut Cutting. Cutting jika dibiarkan mengendap bisa mengakibatkan turunnya ROP dan yang paling buruk adalah terjepitnya pipa pemboran.

Keefektifan pengangkatan cutting ke permukaan dipengaruhi oleh:

- Densitias Fluida Pemboran

- Viscositas Fluida Pemboran

- Fluid Velocity

- Putaran pipa (RPM)

b) Mengontrol tekanan formasi

Formasi memiiliki tekanan gradient juga gan, yang bisa menyebabkan tekanan formasi yang semakin besar jika semakin dalam formasi tersebut. Tugas dan kewajiban si fluida pemboran ini adalah menyediakan tekanan hydrostatic yang dikondisikan sama dengan atau sedikit lebih tinggi dari tekanan formasi sehingga fluida formasi tidak masuk dalam lubang bor.

c) Melumasi dan Mendinginkan Pahat.

Saat bit mengorek formasi maka akan menimbulkan gesekan antar keduanya sehingga akan menyebabkan enegi panas. Formasi tidak bisa dengan baik menampung semua panas yang timbul dalam bit. Sehingga adanya Aliran fluida pemboran yang mengalir melewatinya akan menyebabkan terjadi perpindahan panas dari bit ke fluida pemboran. Fluida pemboran selanjutnya akan mendistribusikan panas tersebut ke seluruh lubang., atow sebagai medi a heat transfer lah ya?. Selain itu fluida pemboran juga menyediakan fungsi pelumasan pada bit maupun peralatan dasar lubang sehingga peralatan menjadi lebih berumur panjang. (hehehe.. kayak orang ulang tahun aja ya... :d), Selanjutnya..

d) Menahan Cutting di dalam lubang dan melepas Cutting di permukaan.

Dalam operasi pemboran akan ada waktu saat sirkulasi berhenti, misalnya saat Make Up (bukan make up rias wajah gan... :D) dan Break Out pipa pemboran, saat cabut masuk rangkaian pemboran atau saat mengatasi permasalahan dipermukaan hingga menyebabkan tidak bisa melakukan sirkulasi. Jika sirkulasi berhenti maka akan menyebabkan cutting akan turun dan mengendap ke dasar lubang, menyebabkan potensi pipa terjepit meningkat. Lumpur pemboran menyediakan fungsi bahkan jago untuk mengatasi permasalahan tersebut. Saat diam, si lumpur ini juga akan membentuk semacam gel yang menahan cutting agar tidak mengendap ke bawah. Tetapi nilai dari kemampuan lumpur untuk menahan cutting ini juga harus selaras dengan kemampuan lumpur bisa mudah melepaskan cutting di shale shaker.


e) Membentuk Mud Cake (Roti Lumpur.... wkwkwk)

Saat terjadi sirkulasi maka akan ada fase cairan yang masuk dalam pori-pori formasi. Hal tersebut terjadi jika tekanan hidrostatik lumpur pemboran yang lebih besar dari tekanan formasi., kalow ceritanya gini, bisa terjadi loss loh jika ngga' segera diatasin .. Setelah itu fase padat lumpur akan membentuk lapisan tipis di dinding formasi. Lapisan tersebutlah yang disebut dengan mud cake. Mud Cake bisa mebuat lubang bor menjadi stabil, mengurangi filtrate loss, dan mencegah terjadinya formation damage. Tapi walaupun namanya mud cake, jangan dimakan ya gan, ngga' enak!

f) Memberikan bouyancy effect

Saat Drilling String masuk ke dalam lubang bor maka berat rangkaian tersebut akan ditanggung oleh Hoisting System. Tetapi saat dalam lubang tersebut terdapat fluida pemboran maka berat string akan disupport oleh fluida pemboran sebesar berat lumpur yang didisplace. Nilai Bouyancy Efffect berbanding lurus dengan nilai density fluida pemboran.

g) Media Logging

Wire line logging digunakan untuk mengevaluasi formasi yang diinginkan. Dari logging bias didapatkan data mengenai Lithologi, porosity, restivity formasi serta isi kandungan formasi. Selain itu Logging juga kerap digunakan untuk mengetahui hasil dari penyemenan dan posisi shock casing. Logging yang membutuhkan lumpur sebagai media adalah Spontanious Potential Logging. Transmiter dari peralatan logging akan memancarkan gelombang listrik ke formasi. Kemudian hasilnya akan diterima oleh receiver. Media merambatnya gelombang listrik ini adalah fluida pemboran tersebut. Hebat ya gan, lumpur juga media komunikasi loh...


h) Mendapatkan media Informasi (mud Log, sample log)

Dari cutting yang terangkat ke permukaan, Mud Logger akan mengkombisikan jenis dan lithologi cutting, Gas Detection, Cutting yang terpapar minyak untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan formasi yang ditembus yang berguna untuk mengetahui kondisi dalam lubang dan perencanaan pengeboran untuk sumur-sumur selanjutnya. Selain itu casing point juga kerap ditentukan berdasarkan evaluasi formasi.

i) Mentransmisikan Hydraulic Energy ke bit atau peralatan

Hydraulic energy bisa digunakan untuk memaksimalkan ROP dengan menambah pengangkatan cutting pada pahat dan jet impact. Selain itu juga menyediakan tenaga untuk Mud Motor memutar Bit dan untuk peralatan Measurement While Drilling dan Logging While Drilling. Tenaga Hydrolic terbatasi oleh horse power mud pump, pressure losses didalam Drill String, MASP, dan Optimum Flow Rate. Biasanya ini dipake sewaktu pengeboran berarah (directional drilling) gan..

Demikianlah beberapa kegunaan dari lumpur yang bagi beberapa orang tidak ada gunanya dan hanya buat becek aja..

Sebetulnya masih banyak yang dapat di bahas seputar drilling fluid ini, tapi lain kali aja ya, mudah-mudahan kemalasan tidak menyerang diriku... :)


salam energy...

Jumat, 17 Februari 2012

BOP - Blow Out Preventer

Posted by Dedy Richjon Simatupang On 18.47 3 comments

Setelah sekian lama blog ini diterlantarkan =D7, saya coba untuk mulai menulis lagi, walaupun awalnya masih rada-rada bingung apa yang mau ditulis alias blank. Mengawali topik tentang migas ini, saya akan awali dengan BOP system aja lah ya...

Okeh.. Let's begin..
BOP merupakan singkatan dari Blow Out Preventer yakni salah satu Perangakat untuk mencegah Semburan Liar. Lebih jelasnya sewaktu proses eksplorasi ayaupun eksploitasi dilakukan, akan ada kemungkinan terjadi Kick dari dalam formasi. Kick terjadi karena adanya tekanan yang lebih besar dari formasi dibandingkan dengan tekanan fluida atau sering di sebut Mud (akan di bahas selanjutnya).

Secara umum Fungsi dari BOP system ini antara lain adalah:
1. Menutup Lubang Sumur/Well, baik itu dalam kondisi ada atau tidak ada string di dalam BOP group
2. Menahan Tekanan yang timbul dari formasi dan dapat dilalui semua peralatan yang dipakai untuk operasi drilling ataupun workover
3. Mengendalikan tekanan yang timbul dari formasi dan dapat dipakai untuk sirkulasi pemadaman kick
4. Sebagai media Hanging Up (menggantung) dan memotong drill string dalam keadaan darurat
5. Memungkinkan penggunaaan peralatan cadangan apabila salah satu perangkat BOP rusak
6. Memungkinkan melakukan pekerjaan stripping in ataupun striping out.

Pada umumnya kalau ditanya orang-orang yang bekerja di Rig pemboran tentang BOP mereka akan selalu membayangkan dan mengaitkannya dengan Annular ataupun Ram, padahal itu adalah bebrapa bagian besar dari perangkat BOP.
Pada dasarnya BOP system di bagi menjadi 2 bagian yaitu:
1. BOP dari luar string:
BOP ini adalah jenis perangkat pencegah semburan liar yang berasal dari annulus (luar string)
Jenis-jenisnya antara lain:
- Annular type BOP
- Ram type BOP
- Diverter (Annular mud Cross)



















2. BOP dari dalam string
BOP ini adalah jenis perangkat pencegah semburan liar yang berasal dari annulus (luar string)
Jenis-jenisnya antara lain:
- Upper Kelly Cock
- Lower Kelly Cock
- Safety Valve
- Inside BOP
- Drop in Check Valve
- DP Float

Secara normal kebanyakan orang tidak akan pernah mengharapkan peralaatan ini digunakan, tetapi paling tidak untuk menghindari hal hal yang tidak diingin kan sebaiknya pemahaman yang jelas dari BOP ini sendiri juga harus diketahui, baik itu jenis-jenis, prinsip kerja, dan cara penggunaannya.


Untuk teknik teknik mematikan blow out kita bahas lain kali aja.

untuk istilah-istilah diatas yang belum mengerti silakan ditanyakan atau komen langsung aja gan.
.
Salam energy!