Hidup --> ada banyak yang bisa dikerjakan, banyak yang dipikirkan, berbagai macam dapat direncanakan dan tidak sedikit pula yang telah diciptakan oleh hidup. Tetapi semuanya bisa bernilai hampa bahkan jauh dari tatapan mata ketika itu tidak dinikmati oleh orang lain terutama kerabat dekat kita. -dedygarcia.

Jumat, 02 Maret 2012

SCE - Solid Control Equipment

Posted by Dedy Richjon Simatupang On 01.03 No comments


SCE (Solid Control Equipment) – Tiga kata ini yang menjadi topik yang diangkat salah satu teman saya yang asalnya dari palembang untuk menjadi bahan Presentasinya dihadapan Onshore Drilling Manager Area sekitar satu setengah bulan yang lalu. Pada waktu itu banyak orang beranggapan, SCE merupakan suatu topik yang terlalu luas untuk dianalisa oleh seseorang yang bisa dikatakan new comer ( yaghh… paksa kale, “newbie” lebih cucok ya? .. :D ) seperti kami ini di dunia perburuan minyak tersebut. Tapi itu sih tergantung orangnya, kalau sanggup ya lanjutkan. Kalau orang medan bilang “bukan berarti karena kau masih baru, jadi tak berani pulak tampil kedepan” . Ada banyak pendapat dan tidak sedikit pula opini yang keluar dari para sesepuh-sesepuh yang menyimaknya. Tidak banyak yang dapat saya serap dan cerna, sebetulnya bukan tidak ingat sih.. tapi boleh dikatakan lupa dimana nyimpannya di harddisk otak saya, [wekkkk… ;D]


Yaghh.. paling tidak, secara garis besar seperti dibawah ini lah yang dikatakannya didepan meja meeting yang cukup panjang tersebut pada waktu itu.


Di dalam dunia pemboran, sewaktu pelaksanaan eksplorasi ataupun eksploitasi berlangsung pastinya ada cutting atau padatan yang dihasilkan. Cutting ini di ditransfer ke permukaan dengan menggunakan Drilling Fluid atau biasa disebut dengan Mud, detail tentang drilling fluid dapat dilihat disini. Diperlukan pula kondisi mud yang baik agar dapat digunakan secara berkesinambungan, maka kita perlukan suatu system yang dapat menjaga kondisi mud tersebut tetap layak untuk digunakan yaitu Solid Control Equipment (SCE).



Solid control equipment adalah peralatan yang berfungsi untuk memisahkan drill solid dari lumpur pemboran atau mud. Drill solid perlu dipisahkan karena dapat menimbulkan efek-efek yang tidak diinginkan terhadap properti dari lumpur pemboran, sehingga fungsi lumpur pemboran menjadi tidak optimal dalam proses pemboran. Pada kondisi yang ideal, solid control equipment harus mampu memisahkan semua drill solid dari lumpur pemboran. Namun pada prakteknya hal tersebut sangat sulit dilakukan, batas toleransi kandungan solid dalam lumpur pemboran adalah 6%.


Pengaruh drill solid terhadap sifat lumpur pemboran:

*Meningkatkan density lumpur.

*Meningkatkan viskositas lumpur.

*Menambah filtrate loss dan tebal mud cake.

*Menaikkan solid contents.


Pengaruh dari buruknya solid control dapat menyebabkan:

-Meningkatnya biaya lumpur.

-Torsi dan sangkutan (drag) meningkat.

-Differential Sticking (karena waterloss meningkat, sehingga mud cake jadi tebal).

-Meningkatnya resiko swab/surge effect.

-Menurunnya Drilling Rate.

-Menurunkan usia Bit.

-Formation Damage.


Solid control equipment harus disusun secara sequential dalam memisahkan solid dari lumpur pemboran yang mengalir dari flowline sampai ke suction pit. Tujuan dari penyusunan ini adalah untuk mengurangi beban pemisahan solid pada peralatan-peralatan berikutnya. Peralatan harus mengambil lumpur dari tanki lumpur sebelumnya dan mengeluarkannya pada tanki lumpur berikutnya. Jumlah dan jenis peralatan yang digunakan tergantung dari kondisi pemboran di tiap sumur.

Secara umum, susunan solid control equipment adalah sebagai berikut:

1. Shale shaker

2. Degasser

3. Desander

4. Desilter/mud cleaner

5. Centrifuge

Susunan SCE yang biasanya digunakan

Masih banyak sih yang dibahas waktu itu, nanti coba saya cek dulu otak sebelah mana saya simpan kemarin… :D



Salam,

dedyRIGzone


0 komentar:

Poskan Komentar